Oleh: KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, M.A.*
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
إِذَا جَآءَ نَصۡرُ ٱللَّهِ وَٱلۡفَتۡحُ (١) وَرَأَيۡتَ ٱلنَّاسَ يَدۡخُلُونَ فِى دِينِ ٱللَّهِ أَفۡوَاجًا (٢) فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَٱسۡتَغۡفِرۡهُ ۚ إِنَّهُ ۥ ڪَانَ تَوَّابَۢا (٣)/ النصر [١١٠]: ١-٣.
(Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (1) Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, (2) maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (3) – Q.S. An-Nashr [110]: 1-3)
Surat ini disepakati para ulama sebagai surat Madaniyah walaupun turun di Makkah. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyatakan bahwa surat ini turun pada hari raya Kurban ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berada di Mina pada haji Wada’ (Perpisahan) tahun 10 Hijriyah.
Maka Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu menamai surat An-Nashr ini dengan surat At-Taudi’ karena terdapat isyarat dari ayat-ayatnya yang mengandung kesan tentang dekatnya ajal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan isyarat perpisahan beliau dengan umatnya setelah sempurnanya syari’at Islam yang dipahami dari namanya An-Nashr (kemenangan).
08.20
Share:





